Kepemimpinan Spiritual – Bagaimana Menjadi Pemimpin Pujian dan Penyembahan

 

Pemimpin pujian dan penyembahan yang baik sangat sulit ditemukan. Tapi itu tidak berarti bahwa Anda tidak bisa menjadi satu!

Pemimpin pujian dan penyembahan tidak membutuhkan bakat musik! Ya itu betul. Anda mendengarnya dari Musisi Kristen. Anda tidak perlu bakat musik untuk memimpin pujian dan penyembahan. Biarkan saya memberi Anda sebuah contoh:

Salah satu pemimpin pujian dan penyembahan terbesar dari pertengahan abad ke-20 adalah seorang wanita bernama Kathryn Khulman. Nona Khulman baca surat Yasin (dan masih) dimuliakan sebagai salah satu menteri terbesar pada zamannya. Dia lebih dari sekadar menteri. Dia adalah pemimpin pujian dan penyembahan. Pendekatannya dalam memimpin pujian dan penyembahan mengilhami banyak orang.

Kathryn Khulman dipuja oleh hampir setiap denominasi Kristen yang bisa dibayangkan. Protestan, Karismatik, Metodis: Protestan dan Katolik sama-sama diberkati oleh pelayanannya. Bahkan, dia menganggap dirinya sebagai seorang Baptis sepanjang hidupnya. Dia diterima di luar batasan denominasi. Tapi apa yang membuat Kathryn Khulman menjadi pemimpin P&W yang luar biasa?

Apakah itu bakat musiknya? Tidak. Dia tidak bisa memainkan alat musik apapun. Dan dia tidak bisa menyanyi. Kathryn sendiri, berkali-kali menyatakan, “Saya tidak punya bakat”.

Jadi apa yang membuatnya menjadi pemimpin Kristen yang hebat? Dia akan mengatakan berkali-kali, “Saya tidak punya bakat. Yang harus saya berikan adalah cintaku!”

Itu, teman-teman, adalah kunci untuk beribadah. Rasa kasih yang sejati dan intim bagi Tuhan adalah darah kehidupan penyembahan. Ibadah tanpa cinta adalah hampa dan sia-sia.

Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan SEGALANYA…

Sebagai orang Kristen, kita tidak boleh melupakan ajaran Yesus. Sebagai orang Kristen, kita tidak hanya harus mengetahui dan memahami ajaran Yesus, tetapi kita harus mengamalkannya!

Yesus membuatnya jelas. Perintah pertama dan terbesar adalah mengasihi TUHAN dengan segenap hati, jiwa, akal budi dan kekuatan kita. Dia menuntut semua. Dia adalah Tuhan yang cemburu. Mengasihi Dia dengan SEMUA adalah perintah pertama dan terbesar. Kita tidak boleh melupakan hal itu.

Jika kita melanjutkan perjalanan dan pelayanan Kristen kita dengan melupakan perintah pertama dan terbesar, maka kita telah kehilangan perspektif. Sangat penting bahwa kita tidak membiarkan cinta kita menjadi dingin.

Kunci terbesar dari semua kunci untuk menjadi pemimpin pujian dan penyembahan yang baik adalah dengan memprioritaskan perintah pertama dan terbesar dalam kehidupan pribadi kita. Ibadah yang benar lahir dari hati yang bersih dan jujur ​​yang tidak penuh dengan kemunafikan. Kita tidak bisa pergi ke gereja dan menyembah Tuhan jika kita tidak menyembah, dan mengasihi Dia dalam setiap aspek kehidupan kita. Kita harus menyembah dan mengasihi Dia dalam kehidupan pribadi kita – di balik pintu tertutup.